Ada empat komponen penting dalam mengidentifikasi apakah seorang siswa mengalami ADHD, yaitu pemeriksaan medis, wawancara klinis, skala penilaian orang tua dan guru, serta observasi perilaku (Hallahan Kauffman, & Pullen, 2009). Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui kondisi medis seperti tumor otak, masalah kelenjar tiroid, atau gangguan ukuran otak sebagai penyebab inatensi dan atau hiperaktivitas (Barkley & Edwards, 2006). Cara kedua, wawancara klinis terhadap orang tua dan anak dapat memberikan informasi mengenai karakteristik fisik dan psikologis anak, serta dinamika keluarga dan interaksi dengan teman sebaya. Ketiga, para peneliti mengembangkan skala penilaian (rating scales) untuk diisi oleh orang tua dan guru, serta dalam beberapa kasus, oleh si anak. Dengan demikian lingkup perilaku anak di lingkungannya yang alami dapat lebih mudah ungkap dan dianalisis. Cara keempat, apabila memungkinkan, ahli klinis sebaiknya melakukan observasi perilaku. Sebagai tambahan, para ahli dapat menggunakan CPT atau continuous performance test di klinik.