ADHD merupakan kependekan dari Attention Deficit Hyperactivity Disorder yang dalam Bahasa Indonesia berarti gangguan pemusatan perhatian disertai hiperaktivitas. Istilah ini menggambarkan tentang suatu kondisi yang diakui secara internasional, yaitu sebuah gangguan perkembangan dan neurologi yang ditandai dengan serangkaian masalah berupa gangguan pengendalian diri, masaIah rentang atensi, hiperaktivitas, dan impulsivitas, yang menyebabkan kesulitan berperilaku, berpikir dan mengendalikan emosi, yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Secara umum ADHD menjelaskan kondisi yang memperlihatkan ciri kurang konsentrasi, hiperaktif, dan impulsif yang dapat menyebabkan ketidakseimbangan sebagian besar aktivitas mereka. ADHD merupakan suatu gangguan kronis (menahun) yang dapat dimulai pada masa bayi dan dapat berlanjut hingga dewasa.
PERBEDAAN ANTARA ADD DAN ADHD
Banyak orang kurang memahami perbedaan antara ADHD dan ADD. Jika anak kurang mendapatkan perhatian sehingga anak menjadi pendiam dan pemurung dan ia melakukan perilaku aneh di dalam kondisi diamnya, bisa jadi anak tersebut mengalami Attention Deficit Disorder (ADD). Adapun ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah suatu kondisi di mana anak telah terlihat atau menunjukkan sikap hiperaktif yang impulsif.
Anak yang memiliki gangguan ADD sering tampak tidak teratur. Anda mungkin sering mendapatkan mereka hanya menatap ke luar jendela saat di kelas, dan mereka tampak seperti melamun, tetapi sebenarnya tidak, karena mereka mempunyai dunia sendiri.
Selama bertahun-tahun dua jenis gangguan ini paling sering didiagnosis dengan alasan sederhana bahwa, gangguan ADD dan ADHD adalah sama, yaitu gangguan autis. Bila diteliti, anak dengan ADHD memiliki gejala yang lebih terlihat dibandingkan dengan ADD. ADHD sangat terlihat karena dilengkapi dengan penciptaan cukup banyak gangguan di dalam kelas, mulai dari emosi yang tidak terkontrol, gerak fisik yang berlebih, dan perhatian ke mana-mana.
Mitos menyebar bahwa anak laki-laki biasanya lebih hiperaktif daripada anak perempuan, maka diyakini bahwa ADHD hanya memengaruhi anak laki-laki saja. Mitos tersebut saat ini sudah dipatahkan karena sekarang disadari bahwa anak-anak dari gender apapun dapat memiliki ADHD maupun ADD dan tidak selalu hilang (sembuh) ketika mereka mencapai usia dewasa.
Diagnosa dini dengan baik sangat penting. Ada banyak cara orang tua, guru, dan dokter untuk mengamati gangguan tersebut, seperti masalah akademis. Namun demikian, beberapa anak tidak memiliki masalah terhadap nilainya dan dalam melakukan pekerjaan mereka. Satu hal yang harus diwaspadai adalah interaksi sosial dan emosionalnya.
Banyak orang tua, pengasuh dan profesional yang bekerja dan berinteraksi langsung dengan anak-anak tertarik untuk belajar mengidentifikasi gejala-gejala anak-anak ADHD. Penelitian menunjukkan bahwa 3% sampai 10% dari semua anak memiliki masalah dengan ADHD.
Mereka yang menderita kondisi medis ini sering mengalami banyak tantangan dalam bersosialisasi, kinerja mereka di sekolah, dan kemampuan untuk fokus untuk jangka waktu yang lama. Dalam panduan medis, Anda akan dapat mempelajari gejala umum yang paling berhubungan dengan anak-anak ADHD.
Perilaku anak ADHD sangat membingungkan dan sangat kontradiktif. Perilaku yang kurang terkontrol dan tidak terorganisasi adalah sumber utama bagi stress anak, orang tua, saudara, guru, dan teman di kelas. Namun dalam keadaan dan waktu tertentu, anak ADHD seperti juga kebanyakan anak lainnya, terlihat baik-baik saja.
Biasanya, usaha keras dan aturan yang ketat tidak membantu, mereka ingin melakukan dengan baik, tetapi mereka sering terhambat oleh kontrol diri yang lemah. Akibatnya, mereka merasa sedih, bingung, sakit, sering mengomel, membuang barang-barang, atau bahkan menyakiti diri sendiri karena gagal menyelesaikan pekerjaan atau aktivitas.
Anak-anak ADHD juga sangat aktif baik secara mental maupun fisik. Jika Anda khawatir bahwa anak Anda mungkin menderita gejala-gejala anak-anak ADHD, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis dalam rangka mengatur pengujian untuk mengkonfirmasikan diagnosis.